Bagaimana nasib para UKM di tengah pandemi COVID-19? (1/3)



Selama ini sektor UKM dianggap sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, tapi dengan merebaknya pandemi COVID-19 tulang punggung ini pun meretak. Kondisi ini memang tidak berlaku bagi semua UKM, namun seiring dengan meningkatnya jumlah kasus COVID-19 dan kekhawatiran masyarakat: pemasukan mayoritas pelaku UKM pun menurun tajam.

Indira, seorang pemilik kedai kopi di Tangerang Selatan, Banten, sebelumnya bisa meraih pemasukan rata-rata Rp 20 juta per hari. Dua minggu memasuki pandemi, penghasilan kedainya anjlok menjadi Rp 1 juta per hari atau bahkan separuhnya. Jumlah ini jelas tidak cukup untuk menggaji 30 karyawannya atau membayar biaya operasional lainnya. Indira pun terancam harus menutup kedai kopinya, namun langkah pahit ini pun membutuhkan pengeluaran sekitar Rp 30 juta untuk membayar biaya pesangon karyawan dan mengosongkan kedainya.

Nasib serupa menimpa Adi, juga dari Tangerang Selatan, yang menjalani usaha katering untuk berbagai acara. Karena acara demi acara terpaksa dibatalkan para penyelenggara sejalan dengan himbauan social distancing, pemasukan Adi pun menurun 80 persen.

Ini hanya beberapa contoh kecil bagaimana pandemi COVID-19 telah melumpuhkan UKM di wilayah Jabodetabek. Bisa dibayangkan dampaknya terhadap usaha-usaha mikro di daerah terpencil. Para petani jelas terdampak karena demand di pasar-pasar tradisional, warung makan dan restoran menurun semua. Para pengrajin yang mengandalkan sektor pariwisata juga terimbas karena virus yang tidak mengenal batas negara ini telah melumpuhkan industri pariwisata global.

Begitu masif ekonomi pandemi COVID-19, pemerintah Indonesian pun sudah memprediksi pertumbuhan nol persen – angka pertumbuhan terburuk yang pernah dialami Indonesia dalam satu dekade lebih. Jika sektor UKM selama ini menjadi tulang punggung perekonomian negara, apakah tulang ini telah retak berkeping-keping di bawah tekanan pandemi?


SILOT_logo_Monochrome.png

2017-2020 © Silot Pte. Ltd. All rights reserved.

  • Facebook
  • LinkedIn